Energy of Asia – ASIAN GAMES 2018 (part 1)

Semangat olahraga yang paling saya senangi adalah sportifitas, Belajar menerima kemenangan dan kegagalan di saat yang bersamaan. Bermula dari Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia, kedua anak lelaki saya pun ikut demam sepakbola. Berlanjut dengan perhelatan ASIAN GAMES 2018, Energy of Asia yang diselenggarakan di Jakarta – Palembang, 18 Agustus hingga 2 September 2018. Bre pun punya cita-cita baru. Menjadi atlit. Mulai dari atlit sepakbola (mau menjadi tim nasional Indonesia), atlit badminton (seperti Anthony Sinisuka Ginting), hingga menjadi atlit panahan. AMIN ya Bre!

Ketika mereka menonton pembukaan ASIAN GAMES 2018 di layar kaca, Bre paling bersemangat menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu setiap ada lagu tema ASIAN GAMES, baik yang “Meraih Bintang”, hingga favoritnya Bre dan Damar, juga Tiara yang langsung joget-joget mendengar awal lagu “NON POLITICAL – ASIAN DANCE” nya om-om SLANK. Asli, melihat mereka joget-joget itu kesenangan tersendiri buat saya. Lucu dan menggemaskan! Jadi euforia ASIAN GAMES 2018 terasa nyata di rumah kami. Bre yang sudah kelas 2 SD, sangat bangga dan ikut senang ketika ada tim Indonesia ada yang meraih medali Emas. Dia rajin mengikuti hari per hari, berapa medali yang diraih oleh tim Indonesia. Sekolahnya pun mengajak para murid untuk mengikuti perolehan medali oleh Tim Nasional Indonesia per hari, serta dari cabang olahraga apa.

Dari ke-tiga maskot ASIAN GAMES 2018 pun mereka mempunyai favorit masing-masing. Bre favoritnya Bhin-Bhin. Damar dengan Atung, dan Tiara (ini sih dia ngikut aja yang tersisa), yaitu Kaka. Bre belajar banyak dari event ini. Mulai dari mengenal hewan langka di Indonesia yang menjadi maskot ASIAN GAMES kali ini, yaitu Bhin-bhin yang merupakan burung cendrawasih yang hanya ada di Papua dan menggambarkan strategi, lalu Atung si Rusa Bawean yang hanya ada di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur menggambarkan kecepatan, hingga Kaka si Badak bercula satu, yang menggambarkan kekuatan.

Untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka, kamipun mengajak Bre Damar Tiara ke beberapa tempat yang memiliki nuansa ASIAN GAMES 2018. Yang pertama adalah Car Free Day di sepanjang jalan Sudirman – Thamrin.

Car Free Day ini diadakan setiap hari Minggu. Perdana kami sekeluarga hadir di Car Free Day, setelah CFD hadir sekian tahun di Jakarta. Setelah runding dan sepakat, kamipun menentukan parkir di Pullman Hotel, dan bergabung dengan keramaian di area Bundaran HI. Kami berangkat dari Cibubur jam 6 pagi, dan pukul 7 sudah tiba di area Thamrin. Ternyata pilihan kami kurang tepat. Bagi keluarga yang membawa anak kecil, kami tidak menyarankan untuk berada di area ini. Sarinah – Thamrin – Tosari sangat sangat padat. Bahkan untuk berjalan kakipun sudah sedikit sulit. Akhirnya kami hanya sarapan, sambil menunggu rombongan teman kami yang jalan kaki dari arah Karet untuk bertemu di depan hotel Pullman.

Energy of Asia, ASIAN GAMES 2018

Kami pun melanjutkan petualangan CFD hari itu dengan naik Transjakarta ke arah Bundaran Senayan dari Halte Sarinah. Kebetulan selama perhelatan ASIAN GAMES 2018, naik Transjakarta gratis. Kami pun turun dan karena memang jalanan bebas mobil/kendaraan bermotor, yang ada hanya Transjakarta, kami langsung menuju ke tengah jalur Busway (tentunya harus tetap berhati-hati), dan berfoto bersama maskot ASIAN GAMES 2018 yang ada di pembatas jalur. Kemudian kami kembali ke Halte Sarinah, setelah sebelumnya berfoto di dalam Halte GBK yang ada dekorasi foto pemain sepakbola (kiper) yang sedang menangkap bola, juga ada pemain basket. Anak-anak senang, terutama Bre yang akhirnya tercapai keinginannya yaitu: foto bersama Bhin-bhin, dan naik Transjakarta. He was so happy!

Energy of ASIA, ASIAN GAMES 2018 Energy of ASIA, ASIAN GAMES 2018 Energy of ASIA, ASIAN GAMES 2018 Energy of ASIA, ASIAN GAMES 2018

Setelah puas berfoto, kami pun kembali ke Sarinah karena sudah cukup terik sinar matahari saat itu. Hanya saja ketika tiba di Halte Sarinah, kami mau keluar dari bis, ternyata orang-orang yang menunggu di halte pada berkumpul di depan pintu bis sehingga menyulitkan kami yang mau turun. Saat itu, kami dengan 3 anak kecil, bukan hal yang mudah. Kebetulan tidak ada petugas bis Transjakarta yang standby sehingga mau tidak mau kami harus sedikit berteriak karena kesal, “Yang turun dulu!! Bawa anak kecil!!” dengan sedikit membentak. Karena kalau tidak, resiko terjatuh dan terdorong cukup besar. Sayang sekali masyarakat Indonesia belum bisa bersabar dan menunggu penumpang yang turun. 🙁

Kemudian setelah keluar dari halte, kami lanjutkan lagi berjalan kaki ke parkiran mobil di Pullman. Berpapasan dengan serombongan Ondel-ondel. Damar & Tiara histeris. Ketakutan. Kasian, jadilah kami harus gendong gantian. Lumayan encok cyin. But overall, they were sooo happy. Beberapa catatan & tips untuk mengajak anak-anak ikut dalam keriuhan Car Free Day:

  • Hindari area Bundaran HI – Sarinah karena tidak ramah terhadap anak (ini menurut saya ya)
  • Beberapa atraksi di Bundaran HI menurut saya kurang cocok untuk anak kecil, kemarin saat kami ke sana ada beberapa atraksi yang menggunakan kostum pocong. 🙁 dan mungkin bagi beberapa orang it’s fun, tapi buat anak kecil itu bisa menimbulkan traumatik dan cukup seram. Tujuannya apa? Lebih bagus jika mereka mengenakan pakaian daerah tradisional dan memberikan edukasi. Orang tua pasti akan jauh lebih mengapresiasinya dan area tersebut menjadi area yang ramah anak pula.
  • Bagi yang anaknya masih belum bisa jalan atau sedang belajar jalan, akan lebih praktis menggunakan gendongan alih-alih stroller. Karena jalanan sangat padat.
  • Tibalah di area tersebut sebelum jam 7 pagi, karena jika sudah diatas jam 9, matahari sangat terik.
  • Bawa air putih yang banyak.
  • Gunakan ransel & ringkas bawaan anda.

Di postingan selanjutnya, saya akan share tentang pengalaman seru kami ke ASIAN Fest di area GBK. Ditunggu ya!

8 Comments

  1. Dita

    August 29, 2018 at 2:01 am

    Wuihhhh…seruuuu..kerennnn mbak❤❤ aku malah blm sempet ajak anak2 niy..

    1. ariwita

      August 31, 2018 at 5:50 am

      hahaha ayuklah segerakan dit. kapan lagi…

  2. Shintaries Nijerinda

    August 29, 2018 at 5:56 am

    Wah temanya tahun ini sepertinya perayaan Asian Games yang sukses banget ya mba. Seneng deh emasnya banyaakkk ^^

    1. ariwita

      August 31, 2018 at 5:49 am

      Iya mbaa..seneng banget. bangga sama prestasi atlit indonesia dan membuat generasi yang sekarang masih kicik2 bercita-cita jadi atlit untuk mengharumkan nama bangsa. Yeay #indonesiajuara

  3. Melisa

    August 29, 2018 at 11:08 pm

    Wah seru amat. Tapi tidak ada satupun foto yang “beres” ku tengok. Wkwkkw.. susahnya foto sama anak2. Giliran semua klik, damar meleng. Haha.

    1. ariwita

      August 31, 2018 at 1:39 am

      hahaha itulahhh susah banget meell foto sama damar tiara. bre nya udh mulai ngerti..hihihi

  4. Energy of Asia, ASIAN GAMES 2018: Akhirnya ke GBK! (Part 2) - bincang ringan ariwita

    August 31, 2018 at 10:07 am

    […] postingan sebelumnya, bahwa kami berniat memaksimalkan rasa ingin tahu dan menularkan semangat Energy of ASIA, ASIAN […]

Leave a Reply

%d bloggers like this: