Semua Berawal dari Sini: Tumbuh Bersama Sinar Mas

Berapa tahun sih kamu sudah kerja di perusahaan kamu bekerja sekarang? Sering saya mendengar pertanyaan tersebut terlontar dari teman, kolega yang sudah lama dikenal, maupun yang baru. Hemm..sebenarnya masih belum terlalu lama. Masih banyak karyawan lain yang lebih loyal dari saya, sudah bergabung menjadi anggota keluarga besar Sinar Mas. Saya? Tahun 2018 ini adalah tahun ke-11 saya menjadi bagian dari Sinar Mas.

Buat saya, waktu yang cukup lama. Jika dilihat, saya bekerja di sebuah perusahaan asing selepas lulus kuliah dari Akademi Sekretaris Tarakanita tahun 2000 selama 2 tahun. Lanjut tahun 2002 saya bergabung di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas. Di sana pula Tuhan izinkan saya menyambung pendidikan ke jenjang S1 dan lulus di tahun 2006. Hingga tahun 2007, saya masih menjadi karyawan kontrak, dan ketika ada kesempatan untuk menjadi karyawan di perusahaan lain (yayasan saat itu), saya pun pindah.

April 2007 adalah awal masa saya bergabung dengan Sinar Mas, saat itu dalam Eka Tjipta Foundation. Momen apa sih yang paling buat saya memorable?

  • Menjadi SPB (stand promotion boneka), kala itu tahun 2009 kantor terlibat dalam perhelatan GreenFest. Ada maskot boneka Baba (harimau sumatera) dan Bubu (gajah sumatera) sebagai icon gajah dan harimau sumatera yang dilindungi. Karena saat pembukaan akan ada kunjungan dari menteri, dan petugas yang seharusnya mengenakan kostumnya belum datang, akhirnya saya pun menjadi Bubu. Yap. Saya memakai kostum tersebut dan menyambut para tamu kehormatan.

Aku dan Sinar Mas

  • Pernah kejadian suatu waktu, saya dapat tugas mendadak ke Bali. Tahun 2007. Ada acara internasional di sana, dimana atasan kami harus bertemu dengan salah satu pejabat negara. Akhirnya, saya pun harus berani berinteraksi dengan staf pejabat negara tersebut, bahkan hingga harus mengawal pertemuan di beberapa lokasi. Pengalaman pertama saya dalam event handling dimulai di sana. Itu terjadi dalam kurun waktu saya baru sekitar 3-4 bulan bekerja. Mulai dari belajar membuat MOU yang ternyata harus dicek oleh legal, hingga nego dan berkomunikasi dengan para protokoler harus dilakukan. Modalnya? Etika sopan santun dan berani bertanya. Saat itu pula saya menginap di hotel di daerah Kuta, seberangan dengan pantai, tapi sekalipun sekali saya sempat ke pantai. Karena jam 5 pagi sudah harus berangkat dan sampai hotel jam 10 atau 11 malam. Apes? Yaaa nyesek sih tapi ya udahlah yaa namanya juga kerja kan? Kalau mau puas main di pantai ya sekalian pas liburan saja. Kesempatan pertama lagi saat itu adalah: berangkat ikut rombongan private jet (yang padahal sudah pegang tiket pesawat komersial juga tapi disuruh ikut pake diomelin pulak kenapa beli tiket komersil …yhaaa kan kita anak receh pak buk hahaha) dan pulang naik Garuda yang bertingkat (bukan bis doang ya bertingkat) ga apa deh norak dikit. But it is a very rare moment buat saya. Naik private jet yang snack-nya coklat toblerone dan buah anggur. Seru deh pokoknya.
  • Membentuk Sinar Mas Toastmasters Club. Salah satu hal yang awalnya mission impossible buat saya adalah ketika tim kami diminta untuk membentuk Toastmasters Club, yaitu klub public speaking berbahasa Inggris. Tahapannya waktu itu kami beberapa kali club visit ke BOA Toastmasters Club yang ada di area SCBD. Karena kami pergi beramai saat makan siang, kami naik bis Transjakarta dari Thamrin ke SCBD. Ber 6 kalau tidak salah. Akhirnya setelah beberapa bulan diupayakan dan diusahakan Sinar Mas Toastmasters Club berdiri. Dan openingnya dihadiri Bapak Wardiman (dh Menteri Pendidikan). Ilmu dan pelajaran yang saya dapat di club ini? BANYAK. Bisa cek di sini
  • Punya pertemanan yang asik. Beruntung dengan tugas saya saat ini, mendapatkan banyak sekali teman-teman internal perusahaan yang berasal dari perusahaan yang berbeda. Butuh 2-3 tahun bagi saya untuk bisa menghafal si A karyawan PT. ini dan masuk dalam lini usaha ini. Si B karyawan PT. itu dan masuk dalam lini usaha itu. Dan sebagainya. Kadang, saking banyaknya perusahaannya, kami pun tahu dari rekan kami ini sendiri. Asalnya? Dari ngobrol ataupun sekedar chat dan WhatsApp. Selain WhatsApp Group (WAG) yang memang berbasis pekerjaan, saya pun ikut dalam WAG yang keriaan yaitu Sinar Mas Runners, juga geng pertemenan para cewe receh yang hobinya makan, selfie dan ngetawain diri sendiri. Sangat jarang kami membahas soal atasan ataupun kebijakan perusahaan. Lebih sering ngecengin barista ganteng. (eh) lebih sering kencleng bareng maksudnyaaaa….YHAAAA….
  • Belajar melihat beragam model kepemimpinan. Banyak sekali para pimpinan yang bisa saya pelajari model dan sifatnya. Ada yang go to details, ada yang penting selesai, ada yang lebih mementingkan proses, ada yang lebih milih kalau bisa ribet kenapa harus mudah, ada juga yang sangat humble. Model lucu lainnya juga ada. Malah banyak. Beragam hal bisa kita lihat. Ambil yang baiknya. Yang buruk, jangan. Setujuuu khhhaannnn….

Jadi, sudahilah melihat yang buruk dari perusahaan tempat kita bekerja. Kalau kita banyak komplen, sebenarnya bukan salahnya perusahaan atau orang-orang disekitar tapi. Tapi bagaimana kita bersikap. Apakah kita mau ikutan berkata buruk terhadap perusahaan, atau kita menerimanya. Daripada selalu menjelekkan perusahaan atau atasan, beradaptasilah, belajar menerimalah, berusaha lebih baiklah. Dan jika kamu masih belum puas? Cari pekerjaan lain. Jika keterima, yang bersyukur. Jika belum? Berarti Tuhan masih punya rencana buat kamu di tempat kamu yang sekarang.Pasti semua ada hikmahnya. Bos yang keras, membuat kita kuat. Bos yang detail, membuat kita teliti. Bos yang selalu ingat jeleknya kita? Membuat kita lebih tahan mental.

Kalau prinsip saya selama bekerja hampir 12 tahun di Sinar Mas, Less Complain, Adapt More! Kini, saya bisa berkata bahwa saya bangga telah menjadi bagian dari Sinar Mas selama ini. Menjadi seorang Ibu bekerja, yang bahkan anak saya pun bangga terhadap brand Sinar Mas. Dia akan dengan senang berteriak jika melihat ada logo Sinar Mas. Bahkan prakarya di sekolah dari kotak susu bekas, diolahnya menjadi gedung bertingkat dengan logo Sinar Mas.

Sekarang Sinar Mas berusia 80 tahun, delapan dekade telah bersama ratusan ribu karyawannya bahu membahu membangun Indonesia, memberikan pekerjaan kepada banyak orang, serta memberikan warna dalam kehidupan saya juga. Terima kasih Sinar Mas. #semuaberawaldarisini

Leave a Reply

%d bloggers like this: