Menghadapi Office Drama

Siapa di sini yang di kantornya ga pernah ada office drama ? Pasti ada ya. Ga di kantor, ga di rumah, di sekolah, tempat bergaul, pasti ada drama-dramanya. Dulu, di tempat kerja saya yang sebelumnya, saya punya geng rumpi. Yang juga membahas kehidupan drama di kantor kami. Kemudian saya pindah, juga salah satu teman pindah. Ternyata tetap loh…office drama masih ada. Ketika saya ngobrol dengan teman di kantor lain, atau bahkan di kantor suami, ada juga office drama itu.

Sebenernya office drama yang kita lihat itu ada hikmahnya. Beberapa hari lalu saya bertemu dengan seorang teman di lobby kantor, dan di usianya yang sudah tidak lagi muda, ia ditempatkan di sebuat departemen dimana koordinator departemen tersebut jauh lebih muda dari padanya. Dan koordinator tersebut meminta kepadanya agar dipanggil dengan sebutan “Ibu”, dengan gaya yang bossy banget. Teman saya hanya bisa bercerita panjang dengan mata berkaca-kaca.

Dari pertemuan singkat itu, saya pun merenung. Kenapa yang di setiap kantor pasti ada office drama dan apa ya maksudnya?

Kalau buat saya, yang bisa saya pelajari adalah:

  1. Belajar sabar. Mau apapun masalahnya, pasti ada jalan keluar. Kadang kalau kita ga menghadapi masalah, ga belajar dewasa menghadapinya, kita ga bisa naik “level” kehidupan. Bukan cuma perkara naik gaji atau jabatan saja yang dipikir, tapi lebih lagi adalah bagaimana kita menyikapi setiap masalah, ataupun orang yang bermasalah. Apakah kita akan merespon dengan reaktif, membenci, dan marah. Atau memaafkan, berdamai dan justru mengingatkan diri kita agar tidak melakukan hal yang serupa.
  2. Bersahabat dengan masalah. Masalah pekerjaan atau orang (baca: pimpinan) yang menyebalkan di kantor sebenarnya bukan untuk dimusuhi. Tapi belajar untuk berteman, bersahabat karena kalau kita memusuhi kedua hal itu, energi kita akan habis terkuras hanya untuk itu.
  3. Going out of the box. Kalau kita di kantor biasanya mau ada di zona nyaman kita, berteman dengan orang-orang yang dalam lingkup pekerjaan kita saja. Mungkin ini waktunya untuk kita mau melangkah dan berteman dengan orang yang berbeda divisi, berbeda kantor atau perusahaan yang berlokasi di satu gedung kantor tempat kita bekerja. Pasti ada sarana yang bisa mempertemukan kita dengan teman-teman baru. Misalnya, klub olahraga, musholla, ibadah atau persekutuan doa, dan lainnya. Tujuannya apa? Agar kita tidak hanya terfokus dengan apa yang ada di depan kita, yang hari-hari kita hadapi tapi dapat juga hal yang baru.
  4. Mengalah dan memaafkan. Ingat kan ada pepatah, mengalah bukan berarti kalah. Di rumah kita juga sering diminta untuk kadang mengalah satu sama lain dengan saudara kita kan? Sama halnya juga di kantor. Sing waras ngalah. Gitu kalau mama saya sering memberikan nasihat. Banyak memaafkan itu juga besar loh manfaatnya buat kita dan kesehatan kita. Jadi kalau ada yang nyebelin, ngeselin, ya maafkan saja.
  5. Banyak tertawa. Kadang tingkah laku orang yang ada di dalam drama itu bikin ketawa loh. Lucu, menggemaskan walau juga mungkin mengesalkan. Tapi percayalah, ketika kita bawa semua dalam pikiran positif dan tersenyum (kalau ga bisa tertawa), niscaya gunung batu bisa kita lewati. Cihuy kan!

Jadi, whenever there’s an office, there must be office drama. Mau yang dari jumlah orangnya cuma 2 sampai 2000 pasti ada dramanya. Sekarang, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Kalau kamu?

2 Comments

  1. Belajar Bahasa Inggris di Sinar Mas Toastmasters Club – faith, hope and love

    February 26, 2018 at 1:02 am

    […] tiap orang di dengar. Hingga kini, pertemuan klub toastmasters telah mengajar saya 3 hal, yaitu: percaya diri, belajar untuk menyampaikan pesan dengan tepat dan singkat, serta yang terpenting adalah mau […]

  2. Ngopi di Seputaran Thamrin – faith, hope and love

    March 19, 2018 at 7:32 am

    […] berjalannya waktu, sekarang makin banyak tempat untuk bisa menuntaskan dahaga dan kepenatan selepas meeting atau pertemuan yang menyita pikiran dan tenaga. Berikut ini beberapa referensi ngopi di seputaran […]

Leave a Reply

%d bloggers like this: