Memulai Hidup Sehat, Itu Mudah!

Saya pernah mendengar pesan dari seorang pembicara, bahwa ketika seorang perempuan memasuki usia tertentu, ada beberapa yang mengalami penurunan fungsi dalam pengolahan makanan sehingga bentuk tubuh tidak lagi seperti saat usia lebih muda. Agar para suami mawas diri dan tidak selalu berharap tubuh istrinya seperti awal saat muda. Ini bukan pembenaran. 🙂 Apalagi buat seseorang yang pernah melahirkan 3 orang anak, dan menjelang usia 40. Pembelaan diri ceritanya? Engga juga sih. Tapi saya memang mengalami dan menghadapi bahwa saat hamil, mengalami kenaikan badan yang cukup signifikan terutama saat hamil anak pertama. Dengan pengetahuan yang terbatas, karena merasa lagi hamil, dan makan juga enak, akhirnya bablas. Berat badan naik 18kg. Setelah lahiran, memang turun tapi tetap, masih lebih 10kg dari berat awal ideal sebelum hamil. Belum pulih timbangan, sudah hamil lagi anak kedua, padahal selang 2tahun lebih. It goes around sampai lahiran anak ketiga. Memang berat badan sempat turun drastis karena megang 3 anak sendiri terutama di saat libur cukup menguras tenaga, belum lagi kalori yang terbakar karena menyusui.

Namun kini, si anak paling kecil sudah 20bulan, walaupun masih direct breastfeeding namun tentunya kalori yang terbakar dengan menyusui sudah berkurang karena si bayi sudah mulai makan, ngemil dan lainnya. Jadilah timbangan si mamak bergerak ke kanan. Salah satu kelalaian (bukan kesalahan) adalah bablas menyantap apa saja dan memperbesar porsi makan saat hamil dan menyusui sehingga ketika fase itu sudah selesai, ukuran porsi tidak berkurang. Haduh..cilaka! Hehehe

Lalu aku kudu piye?

Duluuu..mamak ini rajin kalilah bikin jus sayur buat bekal pagi. Ehtapi sekarang selain berangkat mesti lebih pagi, blender di rumah rusak dan belum terbeli hahaha ada aja halangan dan rintangan. Ada aja sih alasannya. Hehehe Yah..siapa tahu setelah baca postingan ini, ada teman blogger yang berkenan ngasih blender atau juicer, akan bahagialah mamak ini. Slow juicer HUROM mungkin (ngareppp ya tapi boleh kan berharap…mumpung gratis! Yegak..)

Jadi sekarang beberapa cara yang diterapkan antara lain:

  1. Mengurangi cemilan. Hidup (ceileee) di kota besar, bekerja di perkantoran yang ramai mulut berceloteh juga mengunyah, tentu memberikan godaan kuat untuk ngemil. Salah satu tips saya adalah sarapan cukup kenyang di pagi hari supaya tidak lapar di jam-jam kritis dengan berujung beli gorengan.
  2. Banyak gerak. Suami dan saya sempat rutin jalan keliling Monas saat kehamilan saya usia 5 bulan hingga jelang HPL. Mungkin aktifitas ini juga yang membuat proses kelahiran saya sangat lancar sampai bisa brojolan di rumah. Hehehe tapi engga sih, kadang kita kerja di kantor trus lupa mau jalan, mau gerak. Apa-apa nyarinya yang praktis dan mudah. Padahal sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa wanita yang melakukan jalan 10.000 langkah sehari dapat membuat tubuh lebih sehat.
  3. Minum air putih. Kalau saya bangun tidur, minum air putihnya di kantor. Sebenarnya jangan ditiru. Cuma mamak takut beser maklum perjalanan jauh, antar kota, antar propinsi hehehe.
  4. Infuse water. Biasa orang pakai lemon ya untuk campur dalam minumannya. Potong iris dan sebagainya. Belum kalau harga lemon mahal ga jadi deh beli lemonnya. Saya siasati dengan menggunakan essential oil Lemon dari Young Living. Ga mahal kok. Dan cukup 1 atau 2 tetes untuk membantu detoksifikasi tubuh juga menghancurkan lemak. Paket combonya sih dikombinasikan dengan Grapefruit dan Peppermint. Tapi saya sementara cukup dengan Lemon ini saja. Selain detox, juga berfungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh.
  5. Gerakan makanan masakan rumah. Kurangi jajan di akhir pekan. Kadang kalau akhir pekan, jalan-jalan maunya jajan. Selain boros di kantong, juga kadang kita ga bisa memastikan makanan yang kita makan sehat atau tidak. Jadi minimalkan jadwal jajan di luar.

Masih banyak tips lainnya sih. Tapi sekarang cukup deh ini dulu. Jadi percaya dong kalau memulai hidup sehat itu mudah? Yang susah adalah menjaga konsistensinya! Hehehehe semangat sehat yuk! Kalau cerita kamu gimana?

Leave a Reply

%d bloggers like this: