Sharing is Caring

Sebagai seorang commuter yang berkantor di Jakarta dan tinggal di pinggiran Jakarta, saya pun mempunyai “geng” rombongan yang suka berangkat dan pulang bareng, serta yang kebetulan berkantor di gedung yang sama. Sering sekali banyak yang kami saling ceritakan satu sama lain, mulai dari sama-sama berbagi pengalaman sebagai working mom, atau referensi tempat makan di seputar Cibubur hingga nomor kontak pengemudi bis atau feeder rute Cibubur-Thamrin. Bincang ringan ariwita kali ini bahas sedikit soal sharing is caring ya.

Sore tadi, saya pulang bersama dengan seorang ibu tangguh, sebut saja namanya mba Anty. Jadi mba Anty cerita ke saya kalau di kantor mereka sudah dibagikan bonus tahunan atas prestasi kerja tahun 2017 lalu untuk level D sd K (dan level paling rendah adalah level A). Lalu mba Anty bercerita bahwa ia melihat rekan-rekannya yang bertugas di area operator, resepsionis sedang sibuk mengumpulkan dana satu sama lain, semacam “nyawer”. Mba Anty pun penasaran, bertanya “Kalian sedang apa? Kok pada ngumpulin duit?” Kemudian salah satu menjawab, “Ini bu, lagi bareng-bareng kita menyisihkan sedikit bonus yang kita dapat untuk bisa kita share ke teman-teman yang ga dapat…kan kasian…ya walau dari kita juga ga bisa kasih banyak karena keterbatasan masing-masing”.

Mbak Anty bercerita ke saya sambil berkaca-kaca, katanya, “Aku tersentuh sekali dengan mereka, karena ketika mereka dapat bonus yang walaupun mungkin jumlahnya untuk mereka juga pas-pasan tapi mereka masih tergerak untuk berbagi dengan teman level A,B,C yang ga dapat bonus, akhirnya aku juga bantu nambahin siapa tahu juga bermanfaat untuk yang ga dapat bonus.”

Lalu kamipun hanya bisa tercenung. Bersyukur bisa bertemu dengan teman-teman yang sederhana dan masing ingat akan rekannya. Ketika dalam hidup kita masih bisa berbagi, maka saya masih percaya bahwa masih ada harapan untuk dunia, untuk masa depan.

Kadang kita lupa bersyukur ketika kita memiliki banyak kecukupan. Ini bukan selalu soal berapa banyak yang kita punya. Tapi bagaimana sikap hati kita, baik saat kita punya banyak uang, maupun ketika kita tidak memiliki apa-apa. Apakah kita hanya mau berbagi saat kita mampu, atau kita mau berbagi kapanpun kita bisa.

Sharing is caring, mungkin hanya slogan semata. Namun ketika kita lakukan dengan hati yang penuh dengan ketulusan, niscaya akan memberi dampak untuk sekitar, juga diri kita sendiri.

Sharing is Caring

sumber foto disini

4 Comments

  1. Dewi Ratih Purnama

    May 7, 2018 at 9:16 am

    Wah salut sama rekan2nya mb Anty, smg makin berkah.. iya berbagi itu kapan aja dan ga perlu nunggu ngasih sesuatu yang besar… asal tulus ikhlas yang nerima juga senang krn diperhatikan

    1. ariwita

      May 8, 2018 at 1:31 am

      Aminn…iya betul mba…semoga semakin banyak orang yang tetap tergerak untuk terus berbagi ya…

  2. bella agmia

    May 7, 2018 at 10:46 am

    Aku juga tersentuh bacanya 😘
    Kadang kita ga menyadari hal kecil trnyata berarti besar bt org lain. Semoga kebaikannya di balas olh tuhan.

    1. ariwita

      May 8, 2018 at 1:31 am

      Amiiinnn…..betul mbaa.. 🙂

Leave a Reply

%d bloggers like this: