Menulis itu Asyik!

Ayo Menulis Bersama SiDUSiapa yang dulu waktu sekolah dasar suka nulis diari atau buku harian. Nah ketahuan ya umurnya. Selasa, 8 Mei 2018 lalu saya hadir dalam sebuah talkshow yang diselenggarakan oleh APP Sinar Mas – SiDU dengan tema: Membangun Generasi Cerdas Indonesia melalui Kebiasaan Menulis. Bincang ringan ariwita kali ini mengulik singkat tentang membiasakan menulis. Yuk disimak bareng-bareng.

Talkshow ini menghadirkan 4 orang narasumber yang inspiratif yaitu Melly Kiong merupakan Praktisi ‘Mindful Parenting’, sebuah konsep parenting yang mengedepankan kesadaran orang tua dalam berkomunikasi, mendidik, dan mengasuh anak. Melly mengajarkan konsep tersebut pada komunitas
yang ia bentuk, bernama “Menata Keluarga” (MK). Melly telah menerbitkan beberapa buku best seller mengenai parenting, di antaranya Siapa Bilang Ibu bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak Dengan Baik, Cara Kreatif Mendidik Anak, dan Guru-guru Kecil Melly Kiong. Kemudian Nurman Siagian seorang Pakar Edukasi Anak sekaligus Kordinator Program Pendidikan Wahana Visi Indonesia (WVI), mitra dari NGO internasional berfokus di pendidikan dan pembangunan. Lalu yang ga kalah keren, Fayanna Ailisha Davianny, seorang Penulis Cilik, anggota komunitas Kecil Kecil Punya Karya (KKPK). Dan Martin Jimi merupakan Domestic Business Head – BU Consumer Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, selaku perusahaan yang menelurkan kampanye keren Ayo Menulis Bersama SiDU. 

Di sesi talkshow, mba Imes selaku moderator talkshow mengajak masing-masing narasumber untuk berbagi cerita dan informasi tentang perlunya menulis (bukan di gawai atau pun komputer) tapi menulis langsung dengan tangan menggunakan media pensil & kertas. Ternyata banyak manfaat yang didapatkan dengan menulis itu. “Hasil survei tiga tahunan dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2015 yang dikeluarkan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menunjukkan Indonesia masih menduduki peringkat 60 dari 72 negara,” papar Nurman. Ia menambahkan, isu kompetensi ini berkaitan erat pula dengan melemahnya tradisi menulis di Indonesia seiring pesatnya perkembangan gawai. Padahal, menulis – khususnya di buku tulis – memiliki banyak manfaat karena mengasah berbagai keterampilan seperti berpikir kritis, daya ingat, dan motorik. “Kegiatan menulis mendukung anak untuk menguasai huruf dan fonemik, memperkaya kosa kata, dan meningkatkan kemampuan anak menangkap pelajaran.” Jadi, jangan remehkan manfaat menulis dan membiasakan anak memegang pensil sedari dini. Karena ternyata berkaitan erat dengan kemampuan motorik anak.

Nah…buat saya, sebagai ibu bekerja, cerita yang paling berkesan adalah  pengalaman Ibu Melly Kiong penggagas Mindful Parenting. Beliau bercerita bahwa beliau juga adalah seorang ibu yang bekerja. Jadi untuk menyiasati keterbatasan waktu, beliau bekerja sama dengan asistennya di rumah. Dan beliau membiasakan menuliskan pesan singkat untuk anaknya dan ditaruh dalam kotak makan siang anaknya. Pesan sederhana semisal: selamat bermain di sekolah ya.. dan ditutup dengan teka teki lucu seperti: apa arti perang dingin. Perang dingin adalah perang antar penjual es. Lucu ya! Kemudian, Ibu Melly pun menunjukkan kertas-kertas kecil itu tidak dibuang, tapi ditempel di buku dan jadi semacam kliping.

Beliau hanya bilang bahwa ketika anak membaca ulang pesannya, dimanapun dia berada, dia pasti akan merasa sangat dicintai oleh ibunya (dan pas Ibu Melly cerita bagian ini, mamak ariwita pun mewek….) Ternyata kebiasaan itu membuat jam makan sianf anaknya menjadi menyenangkan dan selalu dinanti baik oleh anaknya juga teman-temannya karena mereka ingin tahu teka teki apa lagi yang dituliskan hari itu. Ibu Melly juga berkisah bahwa sebelum dia berangkat kerja dia selalu usahakan untuk meraut pensil anaknya. Beliau bilang bahwa perhatian kecil, sederhana, tampak sepele, tapi anak merasa bahwa dia tetap diperhatikan.

Ayo-Menulis-Bersama-SiDU2

Buku Ayo Menulis bersama SiDU mengajak adik-adik untuk mulai membiasakan menulis. Bekerja sama dengan penulis buku anak ternama, Renny Yaniar, terdapat panduan bagi adik-adik selama 21 hari untuk membantu menumbuhkan kebiasaan menulis demi mewujudkan generasi cerdas Indonesia. Mulai dari: sebutkan nama lengkap dan panggilanmu. Kenapa 21 hari? Karena dengan melakukan kebiasaan rutin selama 21 hari, maka kebiasaan baru yang baik akan terbentuk. Tak hanya cerita pendek dengan beragam topik untuk memacu kreativitas. Di dalamnya, anak juga akan menemukan berbagai pertanyaan untuk memandu mereka menuangkan ide ke dalam tulisan.

Menurut saya, buku ini keren. Dan beruntung bisa mendapatkan 1 karena tidak dijual secara umum! Dan kisah yang saya dengar saat itu pun mengingatkan saya untuk tetap konsisten melakukan hal sederhana yang bisa menunjukkan kepada anak-anak saya bahwa Ibunya tetap memperhatikan mereka. Walau Ibunya bekerja. Semoga saya bisa ya!

Leave a Reply

%d bloggers like this: