Kedai Tulodong 18, Serasa Kembali ke Rumah

Pernah ga sih rindu sekali dengan menu masakan special buatan ibu kita? Saya sering. Selain mama saya empunya Catering Cindelaras di Pekanbaru dan saya merantau dari tahun 1997 membuat saya aelalu rindu makanan rumah mama. Salah satu favorit saya adalah rawon yang hingga kini di dapur ariwita saya belum berani mengolahnya. Sudah keder duluan dengan beragam rupa bumbu rempahnya.

Nah..beberapa waktu lalu, #bincangringanariwita sempat bermain ke sebuah kedai rumahan yang berlokasi di Jl. Tulodong Bawah X No. 18, di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Namanya: Kedai Tulodong 18 (IG: @tulodong18). Kedai ini berada di rumah, dan menempati ex-garasi yang disulap menjadi tempat nongkrong yang asik. Pas lagi terik, masuk ke dalam Kedainya, maknyes…adem. Selain karena pendingin ruangan, namun juga karena memang banyak pepohonan dan entah kenapa, rasanya seperti kembali ke rumah.

Mungkin pada bertanya, yah ga ada tempat parkirnya! Well..memang areanya agak terbatas, tapi karena lokasinya berada di ujung jalan, jadi ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk parkir. Total bisa menampung sekitar 5 – 6 mobil. Dan Kedainya sendiri ada 2 lantai, 1 lantai indoor (dibawah) dan diatasnya ada yang outdoor. Untuk yang outdoor, akan lebih asyik kalau pas cuaca menjelang sore sehingga ga terlalu panas.

Tulodong 18

KT18 di ujung jalan

Tulodong 18
Ngadem dulu di dalam
Tulodong 18
Lokasi di Lt. 2 (outdoor) – abaikan wajah2 kekenyangan kami yaa..
Tulodong 18
Buat yang ga mau panas-panasan

 

Menu yang direkomendasikan salah satunya adalah Sego Rawon. Saya dan beberapa teman saat itu juga memesannya. Menurut Ika, pemilik kedai ini, resep masakan yang ia gunakan merupakan resep turunan dari ibunya. Dan untuk rawon, karena suami dan anaknya kurang suka lemak (gajih), maka iapun membuat rawon dari daging thok, tanpa gajih atau lemak. Namun entah kenapa, rawonnya tetapΒ creamyΒ dan gurih. Walau ia tidak menggunakan penyedap makanan sama sekali dalam mengolahnya. Seporsi Sego Rawon lengkap dengan telur asin, kerupuk dihargai Rp. 50.000,- dan menurut saya sangat sebanding karena dagingnya berlimpah. Pas dan mengenyangkan. Hanya sambelnya kalau ada yang lebih pedas, sepertinya akan lebih ciamik buat yang suka pedas seperti saya.

Tulodong 18

Yang asik dan unik lagi disini adalah Ice Cafe Cream Tulodong. Yaitu semacam ice coffee latte namun disajikan dengan santan dingin. Untuk kopinya disini pemanisnya menggunakan gula aren. Jadi dijamin sehat. Dan ENAK. Dengan espresonya dibekukan terlebih dulu, jadi dinginnya dari kopi yang sudah jadi es. Sehingga ga ada tambahan es mencair yang membuat rasa kopi berkurang. Buat saya, ini pengalaman pertama dan unik. Saya sampai nanya, ini cara minumnya gimana? Hehehe…dan sebenarnya ga ada standar untuk meminumnya. Mau santannya dituang ke cangkirnya atau es kopi dan gula arennya dimasukkan dulu ke santan baru dituang lagi ke cangkir. Tapi buat saya, paling pas adalah kopi dan gula aren dicampur dulu di botol berisi santan, dicampur rata baru dituang ke cangkir. Rasanya pas, creamy. Nagih deh.

Tulodong 18

Jangan lupa juga cicip Affogatonya ya. Enak banget juga. Buat saya. hehehe

Tulodong 18

Waktu saya ke sana untuk kedua kalinya, saya mencoba memesan Sego Daun Jeruk, yang disajikan dengan ayam bakar, bothok, kering kentang. Saya kemarin tidak sempat mengambil gambarnya karena keburu lapar. Penyajiannya cakep hanya lama sekali, hampir 1 jam. Di satu sisi berarti mereka mempersiapkan memang from scratch namun jika bisa dipersingkat waktu untuk persiapannya, akan lebih keren.

Disini memang hanya menyediakan makanan berat dan cemilan versi Indonesia. Ga ada yang namanya pasta atau burger dan sandwhich. Jadi pas buat yang kangen makanan Indonesia versi asli, bisa langsung mampir. Tips sedikit dari saya, untuk kopi – minta untuk dikeluarkan belakangan. Karena memang paling enak minum kopi setelah makan. Hot coffee latte-nya juga perlu banget buat dicoba. Serta cemilannya. Ada sosis solo, dadar gulung, puding tape (ini enak ngets!), hanya siomay menurut saya harganya agak overpriced tapi rasanya sih enak. Perlu ditambahin menu singkong goreng mekrok. Karena saya anak singkong πŸ™‚

Tulodong 18Tulodong 18

Overall, tempatnya asik banget buat nongkrong. Kedai Tulodong 18 buka dari jam 11.00 (kalau tidak salah) sd 20.00. Hari minggu tutup. Buat yang mau ke sana, mending telepon dulu untuk memastikan buka atau tidaknya, serta jika memang mau ramean, bisa reserve. Nomornya: 021 5200505. Selamat mencicipi menu rumahan di Kedai Tulodong 18 ya! Oh iya, selama Ramadhan, mereka juga menyediakan takjil gratis untuk yang datang pas jam buka puasa. Asik kan!

Tulodong 18
Numpang mejeng dulu sama mba Ika, sang empunya Kedai Tulodong 18 (yang baju pink)

Terima kasih ya Mba Ika, sudah menyajika makanan rumahan yang enak. Membuat saya serasa kembali ke rumah, makan masakan mama. πŸ™‚

Tulodong 18

9 Comments

  1. Hastira

    May 17, 2018 at 7:41 pm

    wah lezatnya dan kesannya homy banget ya, sederhana tapi manis

    1. ariwita

      May 20, 2018 at 11:50 pm

      Iya mbak. Homey sekali. Karena letaknya memang di bagian bawah rumah pemilik kedainya. Hihi πŸ™‚

  2. Jalan-Jalan KeNai

    May 18, 2018 at 3:53 pm

    Makanan ibu memang selalu ngangenin, Mbak. Kayaknya saya harus coba kedai ini. Makanan dan tempatnya kelihatan menarik πŸ™‚

    1. ariwita

      May 20, 2018 at 11:50 pm

      Hihii bener mbak! mesti coba deh! sekalian memperkenalkan aneka makanan dan jajanan lokal ke anak.

  3. Hans

    May 20, 2018 at 5:06 am

    Lama banget ya sampai 1 jam gitu πŸ˜€
    Tapi kalo dilihat sih tempatnya coxy, asik banget kalo dipake tempat ngobrol atau nyantai bareng temen atau bahkan keluarga πŸ™‚

    1. ariwita

      May 20, 2018 at 11:49 pm

      Heheheh tapi di akhir kunjungan, pihak kedai menyampaikan maaf karena lama sepertinya ada kesalahan teknis di dapur. Jadi pasti ke depannya tidak sampai selama itu. Cocok banget bawa keluarga ke sana. Selamat mencoba! πŸ™‚

  4. Melisa

    June 7, 2018 at 7:59 am

    Wah jadi kangen rawon. Tempatnya asyik ya.. adem ayem.

    1. ariwita

      June 17, 2018 at 4:27 pm

      hehe mampir mel klo pas ke JKT ya!

Leave a Reply

%d bloggers like this: