Tips Menghadapi si Picky Eater

Moms! Yang punya anak susah makan, coba tunjuk tangan. Nah…saya mau share sedikit ya pengalaman saya menghadapi picky eater.

Sebagai ibu baru, sekian tahun lalu, yang juga bekerja di luar rumah, saya berusaha untuk terlibat dalam mempersiapkan menu makanan anak pertama saya waktu itu. Namun ternyata anak saya saat itu pemilih dalam soal makan. The most horror moment saat itu adalah ketika ia hanya mau makan oatmeal pakai susu dan dikasih meses atau keju. Stres?? Bukan kepalang. Akhirnya saya selalu takut kalau akhir pekan ataupun waktu libur tiba. Karena saya yang akan bertugas dan bertanggungjawab untuk makannya. Saya pernah marah ke anak saya juga ke diri sendiri karena dia ga mau makan.

Duh, rasanya sekarang menyesal kenapa bisa segalak itu menghadapi anak usia 1 tahun untuk urusan makan. Curhat kiri kanan tidak membuahkan hasil Yang ada semakin stress, marah kepada diri sendiri dan kecewa. Sedih deh pokoknya saat itu.

Sekarang, bocahnya sudah usia jelang 9 tahun, sehat sentosa. Lalu, apa yang saya lakukan saat itu?

  1. Selalu ingat perkataan dan slogan: anak akan minta makan kalau dia lapar. Kalau dia belum lapar, jangan dipaksa untuk makan.
  2. Anak ga mau makan nasi? Ga apa. Sumber karbo ga harus nasi. Bisa roti, kentang, pisang, oatmeal, mie, bihun dan teman-temannya. Kalau kata mama saya, semua anak akan makan nasi pada waktunya. Sekarang malah banyak yang gencar untuk ga makan nasi. Yakan?
  3. Jangan pernah lelah menawarkan apa yang anak doyan. Anak saya akhirnya menemukan jodohnya nasi. Yaitu bakwan jagung. Kemanapun harus bawa dan ada bakwan jagung. Gara-garanya pas mama saya lagi nengok cucu, beliau memasakkan bakwan jagung. Dan anak saya doyan! Saya sampai terharu mau nangis. Akhirnya hingga sekarang, dia selalu bersahabat dengan bakwan jagung (dan sekarang dengan bakwan lainnya).
  4. Takut asupan sayur kurang? Cari tahu sayur favoritnya. Anak saya doyannya wortel. Akhirnya setiap sayurnya selalu disisipkan wortel supaya dia semangat makannya.

Berapa lama prahara picky eater ini terjadi di fase anak saya? Bisa dibilang sekitar 2 tahun. Saat itu saya sempat dilema jika mau pergi jarak jauh bersamanya. Puji Tuhan, suami saya selalu support dan memberikan “balancing mind” ke saya supaya ga terlalu stress. Ketika kami pergi ke luar kota akhirnya kami tidak memaksakan anak harus makan tertib dan bergizi. Tapi lebih ke: yang penting perut mereka ke isi. Mau makan nasi pakai kerupuk pun jadi asal makan. Nanti makan bergizi lagi ketika sudah di rumah.

Tips menghadapi picky eater saat trip?

  1. Sediakan cemilan yang mereka sukai. Semisal: anak saya beruntung sering dapat kiriman kue bawang dan kue keju (cheese stick) dari eyangnya. Jadi itu sering kami bawa saat bepergian. Roti,  wafer, biskuit dan susu cair. It’s a must.
  2. Usahakan jangan terlalu lewat jam makan. Jika belum ada kesempatan untuk makan di jam makan mereka, tawari cemilan.
  3. Jangan memaksakan anak untuk makan seperti porsi mereka di rumah. Jika mood mereka lagi bagus, mereka bisa nambah dan banyak makannya. Namun jika sedang lelah, balik lagi. Yang penting perut ke isi. Mau susu, roti atau apapun. Yang penting ke isi.
  4. Mamak kudu relax. Ini penting sih. Kalau engga, ambyar semua.

Sekarang, setelah sekian tahun berlalu, apakah masih ada drama picky eater? Oh ya tentu ada. Mereka kadang tidak mau makan menu yang disediakan di sekolah tiap hari senin. Tapi ya ga masalah. Sekolah juga tidak memaksakan. Akan ada masanya mereka akan mencoba makanan baru. Jadi moms, jangan merasa bersalah, terintimidasi ketika anak anda picky eater. Mungkin memang lagi fasenya. Semua badai akan berlalu. Semangat ya moms, because you are not alone!

2 Comments

  1. Ria

    March 8, 2019 at 2:58 am

    Tulisan bagus yg sangat menginspirasi. Sangat layak untuk di bagikan ke mamak2 yang lain ! 🙂

    1. ariwita

      March 12, 2019 at 1:58 am

      Terima kasih mba Ria! Belajar banyak darimu juga.. 🙂

Leave a Reply

%d bloggers like this: