Belajar di Luar Ruang: IIMS 2019

Saat berbondong orangtua mengajak anaknya nonton film Avengers: Endgame, kami mengajak anak-anak ke pameran otomotif di International Indonesia Motor Show (IIMS) 2019. Avengers diperuntukkan anak usia 13+ dan kami pun ingin mengajarkan ke anak bahwa usia mereka belum cukup untuk menontonnya.

Bagi Bre dan Damar ini kali kedua mereka ke pameran otomotif. Kenapa ke pameran otomotif? Karena mereka suka sekali dengan mobil, dari jauh saja mereka sudah tahu itu  mobil merk nya apa, tipenya apa. Yang kadang saya ga lihat, mereka sudah bisa tahu. Ajaran siapa? Ya tentu, Bapaknya yang juga menggemari otomotif.

Ke IIMS 2019 bagi mereka, bukan hanya sekedar melihat beragam jenis kendaraan roda empat, tapi juga beragam kendaraan mulai yang antik, yang terbuat dari barang bekas, hingga kendaraan balap rakitan mahasiswa dalam negeri. Fasilitas yang ditawarkan di IIMS menurut kami cukup child friendly, dengan beberapa booth yang menyediakan kids corner yang diperuntukkan bagi konsumen yang melakukan transaksi. Juga ada fasilitasi permainan untuk anak yang mengajarkan rambu dan kepatuhan dalam berkendara, sehingga anak bisa mendapatkan SIM mereka. Disediakan pula peminjaman stroller (kereta bayi/balita) bagi orangtua yang membawa balita, gratis dengan meninggalkan kartu identitas sebagai jaminan.

Tanpa terasa, kami hampir 6 jam berada di lokasi pameran. Sempat melakukan beberapa test drive (ya, bapaknya iseng pengen nyobain). Menjelang akhir kunjungan kami, anak-anaknya sempat menjajal untuk duduk di dalam kendaraan balap yang dirancang dan dibuat oleh mahasiswa Politeknik Negeri Bandung. Juga berfoto di kendaraan alat berat milik Trakindo.

Dari kunjungan ini, beberapa hal yang kami pelajari bersama antara lain:

  1. Berani bertanya. Di booth Politeknik Negeri Bandung, saya mendorong Bre untuk berani berinteraksi langsung dengan kakak-kakak mahasiswa. Dan ternyata mereka sangat ramah, bahkan mau mendorong kendaraan mereka ke luar booth agar Bre bisa berfoto dengan jelas di depan booth.
  2. Belajar mengingat warna, merk dan jenis. Beragam kendaraan yang ada, mereka bisa mengingat kendaraan jenis ini tadi yang dipamerkan warna ini.
  3. Mengenal jenis kendaraan yang tidak dijumpai sehari-hari, seperti kendaraan ATV, kendaraan alat berat yang ada di area pertambangan.

Bagi kita orang dewasa, mungkin tidak masalah harus berkeliling dan melihat. Namun sebagai orangtua, kami tentu harus saling bahu membahu dalam menjaga mood anak. Untuk Bre, si sulung, emosi dan daya tahan tubuhnya jauh sudah lebih terasah. Sehingga ia mudah menyesuaikan diri. Namun bagi Damar dan Tiara, tentu kami juga harus menjaga mood mereka agar tetap senang. Damar sempat mengeluh capek. Akhirnya kami berhenti isi bensin dengan es krim, mood mereka kembali senang. Lanjut melihat kendaraan. Awalnya Damar tidak mau bergabung dengan Bre, Tiara dan saya karena ia mau melihat kendaraan pemadam kebakaran. Namun akhirnya ia pun bergabung ketika melihat kakaknya duduk dengan gagah di dalam kendaraan balap.

Yang harus diingat adalah ketika melakukan kunjungan ke pameran seperti ini, ajarkan anak untuk bertanggungjawab terhadap bawaan mereka masing-masing, usahakan membawa makanan/cemilan yang mereka sukai, biarkan anak bereksplorasi dengan rasa ingin tahunya, dan lihat kondisi. Jika anak sudah capai, ambil waktu untuk rehat sementara.

Akhirnya kamipun bilang ke Bre, jadi lebih seru mana, nonton Avengers atau ke pameran mobil? Jawabnya: pameran mobil! Dan in the end, Bre pun memiliki cita-cita untuk menjadi perancang kendaraan balap. Ok Bre!

Leave a Reply

%d bloggers like this: