Tips Mengalihkan Perhatian Anak dari Gawai

Setiap orang tua memiliki kecemasan tersendiri ketika anak sibuk dengan gawai. Tidak di rumah atupun ketika bepergian. Jujur, bagi suami dan saya masih belum bisa menjadi contoh yang baik untuk anak. Ketika di rumah, kami masih kerap memberikan akses untuk menggunakan gawai, dengan peraturan tertentu. Bagi 2 anak yang lebih tua, mereka sudah bisa lebih memahami waktu dan pembatasan. Namun bagi si kecil, kami masih mencari pola yang pas agar ia memahami bahwa terlalu banyak/lama menggunakan gawai dapat berdampak buruk bagi mata & penglihatan.

Sudah hampir 1 tahun lebih ini ketika kami bepergian, ke mall, atau ke rumah teman atau ke luar kota, kami mengingatkan anak-anak untuk membawa tas yang berisi mainan untuk mereka mainkan. Awalnya memang sering ketinggalan dan REPOT tentunya. Selain harus menyiapkan barang-barang pribadi, juga extra pakaian untuk mereka jika akan bepergian selama 1 hari penuh, juga harus memastikan mainan mereka sudah terbawa. Namun ternyata, kesabaran membuahkan hasil. Ketika bepergian, dan harus makan – alih-alih mereka bermain gawai – mereka sibuk dengan mainannya. Sehingga semua pun bisa makan dan mereka tetap asik dengan mainan yang mereka bawa.

Yang paling seru ketika si kecil membawa buku gambar. Seperti biasa kakaknya juga pasti mau ikutan sementara mereka tidak membawa buku gambar. Alhasil, selain bermain bersama, saat seperti ini juga menjadi momen untuk mereka bisa berbagi. Berantem? Ya kadang. Ujung-ujungnya ada yang mewek atau ada yang ngambek. Tapi sebagai orangtua, kadang kami memang harus belajar “tega” untuk bilang tidak ke anak. Karena jika semua kemauannya di-iya-kan, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang manja yang ingin semua kemauannya dituruti. Malah repot kan?

Jadi, bagi moms and dads beberapa hal sederhana yang bisa diterapkan jika ingin mengalihkan perhatian anak dari gawai – terutama jika sedang bepergian – atau juga di rumah:

Inform. Berikan informasi kepada anak-anak sesaat ketika mau pergi, agar mereka harus mempersiapkan tas dan mainan mereka. Sampaikan juga bahwa kita akan mungkin bepergian sedikit lama (berapa lama), sehingga mereka bisa perkirakan berapa banyak mainan yang bisa mereka bawa. Biasanya saya membatasi untuk hotwheels atau mainan mobil yang akan dibawa anak-anak yang laki sejumlah 10 buah saja. Bukan apa-apa, kalau dibawa semua, berat. Nanti akhirnya si anak merasa tasnya berat dan minta mama/papa yang bawa. Yha!  😁

Involve. Memang paling enak saat nongkrong, anak main sendiri dan kita orang tua bisa ngobrol juga. Ya kan? Ngaku deh. Tapi yang namanya bocah, pasti mereka ingin agar orang tuanya juga terlibat dalam permainan mereka. Yang paling sering minta ditemenin main si kecil, karena dia lagi hobi corat coret. Kemana-mana tasnya selalu ada buku gambar atau buku mewarnai. Dan pewarna. Kerusuhan muncul ketika si kakak nomor 2 minta ikutan mau tulis-tulis karena dia sedang belajar menulis. Tapi keterlibatan orang tua atau pendamping dewasa ketika anak-anak bermain, akan meningkatkan ikatan antara si anak dengan orang tuanya.

Prepare. Emang si anak ga bosen dengan permainan yang itu-itu saja? Ketika mereka mulai bosan, biasanya mereka akan mencari sendiri permainan yang bisa mereka lakukan. Biasanya anak-anak akan minta berjalan-jalan di sekitar area tempat makan atau melihat kendaraan yang lalu lalang. Saat mereka memperhatikan kendaraan tersebut, orang tua bisa mengajak mereka menghitung, atau menyebutkan warna kendaraan yang lewat, atau bisa juga menyebutkan merk/jenis kendaraan favorit mereka yang mungkin kebetulan lewat.

Jangan pernah merasa repot dengan harus membawa beberapa tentengan tas yang berisi mainan si kecil. Karena lebih baik repot sedikit daripada harus melihat mereka terbiasa dengan gawai.

Saat di rumah, biasanya saya juga membiarkan anak-anak untuk bermain di luar ruang. Namun memang saya juga kerap menegur mereka jika sudah terlalu lama bermain dengan gawai yang digunakan bersama. Atau meminta mereka gantian. Di rumah kami ada 2 gawai yang hanya tersambung dengan wifi. Dengan keterbatasan itu, kami juga meminta mereka untuk gantian. Sulit memang untuk saat ini sebagai orang tua bisa konsisten menghentikan penggunaan gawai di anak. Namun semoga beberapa tips sederhana ini bisa bermantaaf bagi moms and dads. Jika ada yang punya tips lainnya dan berhasil, boleh juga di share ya!

Leave a Reply

%d bloggers like this: